(Memenuhi Janji, Mensyukuri Nikmat, dan Memelihara Lisan)
Soal 1 (Indikator: Menganalisis Dampak Menjaga Lisan di Media Sosial - Hifzhul Lisan)
- Stimulus: Andi melihat sebuah unggahan di media sosial yang berisi tuduhan tanpa bukti (hoaks) terhadap salah satu teman sekelasnya. Beberapa teman di grup WhatsApp kelas mulai ramai membagikan unggahan tersebut, bahkan menambahkan komentar bernada ejekan dan ujaran kebencian. Andi merasa ragu untuk ikut berkomentar karena teringat pesan dalam Surah Qaf ayat 18 yang menjelaskan bahwa setiap kata yang diucapkan—termasuk ketikan di media sosial—akan dicatat oleh malaikat Raqib dan Atid.
- Pertanyaan: Analisislah bagaimana tindakan Andi seharusnya dalam menghadapi situasi tersebut jika ia ingin menerapkan prinsip Hifzhul Lisan (memelihara lisan) sebagai bukti keimanan! Sebutkan dua alasan kritis mengapa jempol/ketikan kita di media sosial juga harus dipertanggungjawabkan sebagaimana lisan kita di dunia nyata!
Soal 2 (Indikator: Memecahkan Dilema Etika dan Komitmen - Al-Wafa’ bil 'Ahdi)
- Stimulus: Rina adalah seorang siswa SMK yang ditunjuk sebagai ketua panitia pentas seni sekolah. Pada hari Jumat sore, ia berjanji kepada anggota timnya untuk menyelesaikan dan menyerahkan proposal kegiatan pada hari Senin pagi. Namun, pada hari Sabtu malam, salah satu anggota keluarganya mendadak sakit dan harus dirawat di rumah sakit, sehingga waktu Rina untuk menyelesaikan proposal menjadi sangat terbatas.
-
Pertanyaan:
Berdasarkan pemahamanmu tentang pilar Al-Wafa’ bil 'Ahdi (memenuhi janji) dan Hadis Nabi Saw. mengenai tanda-tanda orang munafik (H.R. Bukhari dan Muslim):
- Apakah Rina otomatis dikategorikan sebagai orang yang ingkar janji (akhlafa) jika proposal tersebut tidak selesai pada hari Senin? Jelaskan alasannya secara objektif!
- Solusi konkret dan elegan apa yang seharusnya dilakukan Rina pada hari Minggu untuk tetap menjaga integritas imannya dan tidak merugikan timnya?
ya?
Soal 3 (Indikator: Evaluasi Kritis Hubungan Syukur dan Kufur Nikmat di Era Modern - Asy-Syukru 'ala an-Ni'am)
- Stimulus: Saat ini banyak remaja yang terjebak dalam budaya FOMO (Fear of Missing Out) dan fenomena flexing di media sosial. Hal ini sering kali membuat seseorang merasa berkecil hati, mengeluh, dan merasa hidupnya kurang beruntung jika dibandingkan dengan gaya hidup orang lain yang ditampilkan di internet. Padahal, Allah Swt. berfirman dalam Surah Ibrahim ayat 7 tentang janji penambahan nikmat bagi orang yang bersyukur dan ancaman azab bagi yang kufur nikmat.
-
Pertanyaan:
- Evalusilah fenomena FOMO tersebut! Mengapa perasaan selalu merasa kurang akibat membanding-bandingkan diri di media sosial dapat dikategorikan sebagai bentuk kufur nikmat?
- Tuliskan tiga langkah nyata (action plan) yang dapat diterapkan seorang pelajar muslim dalam kehidupan sehari-hari untuk mengubah rasa minder menjadi rasa syukur sesuai dengan ajaran Rasulullah Saw. dalam Hadis riwayat Muslim (tentang kebiasaan bersyukur saat senang dan bersabar saat susah)!
!
6 Komentar
contoh cara menyampaikan jawaban
BalasHapusnama : ridho
persoalan 1 :
1).............................................................
2)............................................................
persoalan 2
1).............................................................
2)...........................................................
Soal 1
BalasHapusKarena walaupun di ketika kita harus menjaga kita gk tau apaa yang orang itu maksud nanti bisa salah faham.
Soal 2
1. Iyaaa, dia mengingkari janji karena iyaa sudah menyebutkan kata janji itu
1. Iyaaa harus mengerjakan tugas yang di berikan
Soal 3
1 tidak boleh membading kan orang lain
1.harus ingat waktu
Tidak pede
Di kucil kn atau di buli
nama: zia
BalasHapuskelas: Xl-MP
Jawaban Soal 1
Alasan:
1. Semua ucapan maupun tulisan di media sosial akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah karena sama-sama termasuk perbuatan yang dicatat malaikat.
2. Ketikan di media sosial dapat menyakiti orang lain, menyebarkan fitnah, dan merusak nama baik seseorang.
Jawaban Soal 2
1. Tidak. Rina tidak otomatis menjadi orang yang ingkar janji karena ia memiliki alasan yang benar, yaitu harus merawat anggota keluarganya yang sakit. Yang penting, ia tetap berusaha menepati janji semampunya.
Jawaban Soal 3
Tiga langkah nyata:
1. Bersyukur setiap hari dengan mengingat dan mencatat nikmat yang dimiliki.
2. Mengurangi kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain di media sosial.
3. Memanfaatkan nikmat yang dimiliki untuk belajar, beribadah, dan membantu orang lain.
nama: shafa
BalasHapuskelas:Xl-MP
Jawaban Soal 1
Alasan:
1. Semua ucapan maupun tulisan di media sosial akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah karena sama-sama termasuk perbuatan yang dicatat malaikat.
2. Ketikan di media sosial dapat menyakiti orang lain, menyebarkan fitnah, dan merusak nama baik seseorang.
Jawaban Soal 2
1. Tidak. Rina tidak otomatis menjadi orang yang ingkar janji karena ia memiliki alasan yang benar, yaitu harus merawat anggota keluarganya yang sakit. Yang penting, ia tetap berusaha menepati janji semampunya.
Jawaban Soal 3
Tiga langkah nyata:
1. Bersyukur setiap hari dengan mengingat dan mencatat nikmat yang dimiliki.
2. Mengurangi kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain di media sosial.
3. Memanfaatkan nikmat yang dimiliki untuk belajar, beribadah, dan membantu orang lain.
nama: sevila
BalasHapuskelas: Xl-MP
Jawaban Soal 1
Alasan:
1. Semua ucapan maupun tulisan di media sosial akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah karena sama-sama termasuk perbuatan yang dicatat malaikat.
2. Ketikan di media sosial dapat menyakiti orang lain, menyebarkan fitnah, dan merusak nama baik seseorang.
Jawaban Soal 2
1. Tidak. Rina tidak otomatis menjadi orang yang ingkar janji karena ia memiliki alasan yang benar, yaitu harus merawat anggota keluarganya yang sakit. Yang penting, ia tetap berusaha menepati janji semampunya.
Jawaban Soal 3
Tiga langkah nyata:
1. Bersyukur setiap hari dengan mengingat dan mencatat nikmat yang dimiliki.
2. Mengurangi kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain di media sosial.
3. Memanfaatkan nikmat yang dimiliki untuk belajar, beribadah, dan membantu orang lain.
Nama:panggih
BalasHapusKelas:Xl-DKV
JAWABAN soal 1
Alasan :
1.Tulisan di media sosial memiliki dampak yang sama seperti ucapan dan dapat menyakiti orang lain.
2.Semua ucapan maupun ketikan akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Swt.
Jawaban no 2
1.Segera menghubungi tim dan menjelaskan kondisinya.
2.Meminta maaf serta menyusun jadwal baru atau meminta bantuan agar tugas tetap selesai.
Jawaban no 3
1.Bersyukur setiap hari atas nikmat yang dimiliki.
2.Mengurangi membandingkan diri di media sosial.
3.Fokus belajar, beribadah, dan mengembangkan kemampuan diri.
mohon sertakan identitas
nama :..
komentar
terima kasih